Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pentingnya Psikologi Dalam Komunikasi Antarpribadi, Kesadaran Diri dan Proses Perkembangannya

Hai guys, kali ini saya akan membuat artikel yang berhubungan dengan psikologi dan sosiologi. Sebenarnya ini merupakan salah satu tugas dari dosen saya, namun tidak ada salahnya membagikannya kepada kalian. Setidaknya ini bisa menambah insight kalian, sebab "membaca akan membuatmu mengenal dunia lebih dekat".
Source: Pexels

Komunikasi Antarpribadi

            Sebagai salah satu faktor pembentuk komunikasi maka persepsi, meta persepsi dan meta-meta persepsi dalam komunikasi antarpribadi dapat berdampak pada cara kamu memandang diri sendiri, orang lain dan pandangan orang lain terhadap dirimu.

1. Persepsi

           Persepsi mempengaruhi cara kamu berkomunikasi dengan orang lain. Persepsi antarpribadi cukup berpengaruh pada efektivitas komunikasi, sebab persepsi yang kamu berikan terhadap orang lain bisa saja keliru. Bila ketidakcermatan persepsi ini ditanggapi oleh kedua pihak dengan cara yang kurang cermat maka dapat menimbulkan kesalahpahaman. Kegagalan komunikasi dapat kamu minimalisir dengan menyadari bahwa persepsi yang kamu berikan bisa saja salah.

2. Meta Persepsi

           Meta persepsi mempengaruhi sudut pandang kamu mengenai diri orang lain. Secara psikologis, kita kerap kali akan memandang negatif seseorang yang sudut pandang atau kepribadiannya berlawanan dengan kita atau jika orang tersebut memiliki sifat yang beracun (toxic), yang pada akhirnya hanya akan membuat komunikasi antarpribadi menjadi terhambat. Namun, jika kamu berpikiran positif dan tetap rasional maka hal ini bisa membuat dirimu menjadi sosok yang lebih bijak dalam memandang orang lain.

3. Meta-meta Persepsi

           Meta-meta persepsi mempengaruhi sudut pandang kamu mengenai pandangan orang lain tentang kamu. Misalkan kamu tidak sengaja melakukan tindakan atau mengatakan sesuatu yang membuat orang lain tersinggung atau bahkan marah, hingga pada akhirnya hal tersebut membuat kamu merasa bersalah.

Kesadaran Pribadi

            Nah, elemen kesadaran pribadi menurut Fisher itu terbagi atas:

    1. Konsep Diri

           Konsep diri merupakan suatu pengambilan sikap terkait bagaimana cara kamu memandang diri kamu sendiri. Konsep diri memiliki tiga komponen, yaituKarakteristik/sifat pribadi, Karakteristik/sifat dan Peran sosial.

2. Self Esteem (Harga Diri)

           Self esteem merupakan ungkapan yang digunakan untuk menyatukan persepsi bersifat evaluatif       yang dilakukan seseorang terhadap diri sendiri. Seseorang yang memiliki self esteem yang baik, maka   akan jauh lebih percaya diri dan mampu mengevaluasi apa saja yang harus dibenahi dari dirinya sendiri.

3. Multiple selves (Identitas yang berbeda)

           Multiple selves yaitu dimana masing-masing individu merupakan berbagai identitas yang berbeda. Saat kamu berada dalam kegiatan komunikasi antarpribadi, kamu cenderung memiliki dua sosok dalam konsep diri kamu. Misalkan terdapat kepentingan masing-masing dalam proses komunikasi yang sedang berlangsung.

Proses Perkembangan Kesadaran Diri

  1. Reflective Self  (Cerminan Diri)

           Reflective self terjadi saat kamu menjadi subyek dan objek pada waktu yang bersamaan, sebagai     contoh: seseorang yang memiliki keahlian di bidang tertentu cenderung lebih percaya diri saat mencari pekerjaan.

2.   Social Self  (Pribadi Sosial)

           Social self terjadi saat kamu menjadikan orang lain sebagai tolak ukur untuk menilai konsep yang ada pada dirimu, umumnya terjadi saat kamu berinteraksi dengan orang lain. Misalkan: Seseorang yang memiliki pola pikir berkembang (growth mindset) akan menganggap bahwa kegagalan sebagai pembelajaran agar bisa menjadi lebih baik kedepannya. Sementara, seseorang yang memiliki pola pikir kurang berkembang (fixed mindset) percaya bahwa kegagalan adalah akhir dari segala upaya yang telah dilakukannya.

3.   Becoming Self (Perwujudan Diri)

                 Becoming self menganggap perubahan konsep diri tidak terjadi begitu saja, tetapi melalui tahap demi tahap, misalkan dalam rutinitas keseharianmu. Walaupun pada dasarnya hidupmu akan terus mengalami perubahan, namun begitu konsep dirimu sudah terbentuk, pandangan akan siapa kamu akan menjadi lebih stabil serta tidak mudah untuk dirubah dalam waktu singkat.

      Misalkan: Saat kamu ingin merubah kebiasaanmu menjadi mahasiswa yang lebih produktif, maka itu membutuhkan proses yang lama disertai usaha dan komitmen agar bisa menjadi sosok yang diinginkan.

Referensi 

Budyatna, C., & Ganiem, A. (2007). Teori Komunikasi Antar Pribadi.

Komunikasi intrapersonal - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. (2019).

Sabar, H., Bahfiarti, T., Aini, R., Budyatna, M., & Ganiem, L. M. (2011). Teori Komunikasi AntarPribadi. Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(1), 31–39.

Ambar. (2017). Teori Persepsi dalam Komunikasi Antar Pribadi. In Jurnal Pakar Publikasi (pp. 1–3).

Muhammad Zaenal Abidin
Muhammad Zaenal Abidin Kenalin, aku Zaenal. Aku ngebuat blog ini karena suka ngebuat postingan disaat ada waktu luang dan aku harap apa yang ada di blog ini bisa menambah insight kalian.

Posting Komentar untuk "Pentingnya Psikologi Dalam Komunikasi Antarpribadi, Kesadaran Diri dan Proses Perkembangannya"